Pengertian Pelajar Menurut Para Ahli

Utami Maharini

Para ahli pendidikan telah memberikan berbagai definisi mengenai konsep pelajar. Menurut John Dewey, pelajar adalah sosok yang aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan melalui pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari interaksi dengan lingkungannya.

Sedangkan menurut William James, pelajar adalah individu yang senantiasa haus akan pengetahuan baru dan memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang.

Dalam pandangan Ivan Illich, pelajar adalah agen yang bertanggung jawab untuk merancang kurikulum belajarnya sendiri sesuai dengan kebutuhan dan minatnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelajar adalah individu yang aktif, siswa, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri. Mereka selalu berusaha untuk mengembangkan diri dan memperluas wawasan pengetahuan mereka.

Pengertian Pelajar Menurut Para Ahli

Pelajar adalah istilah yang merujuk pada individu yang sedang menjalani proses belajar di sebuah institusi pendidikan. Meskipun secara umum pelajar mengacu pada siswa atau mahasiswa, namun definisi tersebut dapat bervariasi menurut para ahli. Berikut adalah pengertian pelajar menurut para ahli dengan penjelasan terperinci.

1. Pengertian Pelajar Menurut John Dewey

Pendiri aliran fungionalisme dalam psikologi, John Dewey, mendefinisikan pelajar sebagai individu yang aktif dalam proses pembelajaran. Bagi Dewey, pelajar bukan hanya menjadi penerima pasif informasi, namun juga memiliki peran dan tanggung jawab dalam membangun pengetahuan. Dewey menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam belajar, di mana pelajar berinteraksi langsung dengan lingkungan dan membangun pengetahuan dari pengalaman tersebut.

2. Pengertian Pelajar Menurut Jean Piaget

Menurut psikolog perkembangan Jean Piaget, pelajar merupakan individu yang tengah berada dalam tahap perkembangan kognitif. Piaget menekankan pentingnya konstruksi pengetahuan oleh pelajar melalui proses asimilasi dan akomodasi. Asimilasi terjadi saat pelajar menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya, sedangkan akomodasi terjadi saat pelajar mengubah atau menyusun ulang pengetahuan yang sudah ada saat menerima informasi baru yang tidak sesuai dengan pemahamannya sebelumnya. Proses konstruksi pengetahuan ini memungkinkan pelajar untuk memahami konsep-konsep yang lebih kompleks seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman belajar.

3. Pengertian Pelajar Menurut Lev Vygotsky

Psikolog perkembangan Lev Vygotsky menggambarkan pelajar sebagai individu yang berkembang melalui interaksi sosial dengan orang lain. Menurut Vygotsky, belajar bukanlah proses yang hanya terjadi di dalam diri pelajar, tetapi juga melibatkan kolaborasi dengan orang lain, terutama dengan individu yang lebih berpengalaman seperti guru atau teman sebaya yang memiliki pemahaman yang lebih baik. Konsep penting dalam teori Vygotsky adalah zona perkembangan aktual dan zona perkembangan dekat. Zona perkembangan aktual adalah tingkat kemampuan yang dimiliki pelajar saat ini, sedangkan zona perkembangan dekat adalah tingkat kemampuan yang dapat dicapai pelajar dengan bantuan dan dukungan dari individu lain. Interaksi dengan individu lain memungkinkan pelajar untuk mencapai zona perkembangan dekat dan melampaui batasan kemampuan yang dimiliki saat ini.

4. Pengertian Pelajar Menurut Benjamin Bloom

Sebagai seorang psikolog pendidikan, Benjamin Bloom menggambarkan pelajar sebagai individu yang mengalami berbagai tahap perkembangan kognitif dalam proses belajar. Bloom mengembangkan taksonomi kognitif yang terdiri dari enam tingkatan kognitif, yang dikenal dengan nama Taksonomi Bloom Revisi. Tingkatan kognitif ini mencakup pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Pelajar bergerak melalui tingkatan-tingkatan ini secara bertahap seiring dengan peningkatan kompleksitas tugas dan pemahaman konsep. Bloom juga menekankan pentingnya pembelajaran yang aktif dan memerlukan pemahaman yang mendalam dari pelajar.

Kelebihan Pengertian Pelajar Menurut Para Ahli

1. Memperkuat Peran Aktif Pelajar

Pendekatan yang diberikan oleh para ahli seperti John Dewey dan Lev Vygotsky memperkuat peran aktif pelajar dalam proses pembelajaran. Pelajar bukan hanya menjadi penerima pasif informasi, tetapi juga ikut terlibat dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan individu lain.

2. Mendorong Konstruksi Pengetahuan

Pendekatan seperti yang diajukan oleh Jean Piaget dan Lev Vygotsky menekankan pentingnya konstruksi pengetahuan oleh pelajar. Melalui proses asimilasi, akomodasi, dan interaksi sosial, pelajar dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik dan membangun konsep-konsep yang lebih kompleks.

3. Menghargai Perbedaan Individu

Pendekatan seperti yang diajukan oleh Lev Vygotsky memperhatikan perbedaan individu dalam proses pembelajaran. Dalam konsep zona perkembangan dekat, pelajar diberi kesempatan untuk berkembang lebih lanjut dengan bantuan dan dukungan dari individu lain. Pendekatan tersebut mengakui bahwa setiap individu memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda dan dapat berkembang secara optimal dalam suasana yang mendukung.

4. Memiliki Landasan Teori yang Kuat

Definisi pelajar menurut para ahli seperti John Dewey, Jean Piaget, Lev Vygotsky, dan Benjamin Bloom didasarkan pada teori-teori yang kuat. Teori-teori ini telah banyak diuji dan dipelajari dalam berbagai konteks pendidikan, sehingga memberikan dasar yang kokoh dalam memahami konsep pelajar dan proses pembelajaran.

Kekurangan Pengertian Pelajar Menurut Para Ahli

1. Tidak Mencakup Aspek Emosional

Definisi pelajar menurut para ahli cenderung fokus pada aspek kognitif dan sosial, namun kurang memberikan perhatian terhadap aspek emosional dan psikologis pelajar. Faktor-faktor seperti kecemasan, motivasi, dan kesejahteraan emosional juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap proses pembelajaran.

2. Kurangnya Penekanan pada Konteks Budaya

Pengertian pelajar menurut para ahli cenderung bersifat universal dan tidak secara khusus mempertimbangkan konteks budaya. Setiap individu dalam budaya yang berbeda-beda dapat memiliki pengalaman dan pemahaman yang unik terkait dengan proses pembelajaran. Konteks budaya perlu diperhatikan dalam memahami pengertian pelajar secara komprehensif.

3. Adanya Keterbatasan dalam Menerapkan Konsep

Berkaitan dengan definisi pelajar menurut Benjamin Bloom, menerapkan konsep taksonomi kognitif dalam praktek pembelajaran dapat memiliki keterbatasan. Taksonomi ini mengasumsikan bahwa pelajar bergerak melalui tingkatan-tingkatan kognitif secara linear, namun dalam kenyataannya proses belajar tidaklah sesederhana itu dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.

4. Kurangnya Spesifikasi pada Tingkatan Usia

Pendekatan seperti yang diajukan oleh Jean Piaget dan Benjamin Bloom tidak selalu mempertimbangkan perbedaan tingkatan usia pelajar. Kemampuan kognitif dan perkembangan individual dapat bervariasi pada setiap tingkatan usia. Oleh karena itu, perlu adanya spesifikasi yang lebih jelas pada definisi pelajar untuk berbagai tingkatan usia.

FAQ tentang Pengertian Pelajar Menurut Para Ahli

1. Bagaimana definisi pelajar berbeda dengan definisi siswa?

Siswa mengacu pada individu yang sedang menjalani proses belajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah, sedangkan pelajar mencakup seluruh individu yang sedang belajar di berbagai tingkatan pendidikan, termasuk perguruan tinggi dan institusi pendidikan non-formal.

2. Apa yang dimaksud dengan konstruksi pengetahuan?

Konstruksi pengetahuan adalah proses pembangunan pemahaman dan konsep yang melibatkan interaksi antara informasi baru yang diterima dengan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh pelajar. Proses ini melibatkan asimilasi, akomodasi, dan pemahaman yang mendalam.

3. Bagaimana peran interaksi sosial dalam pembelajaran?

Interaksi sosial dengan individu lain, seperti guru atau teman sebaya, dapat membantu pelajar mencapai zona perkembangan dekat dan mengembangkan pemahaman yang lebih baik. Melalui interaksi sosial, pelajar dapat memperluas pengetahuan dan mengatasi batasan kemampuan yang dimilikinya.

4. Mengapa penting untuk menghargai perbedaan individu dalam pembelajaran?

Setiap individu memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda dan dapat berkembang secara optimal dalam enasah yang mendukung. Dengan menghargai perbedaan individu, pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelajar, sehingga hasil pembelajaran lebih efektif dan efisien.

Kesimpulan

Secara umum, pelajar adalah individu yang sedang menjalani proses belajar di sebuah institusi pendidikan. Definisi pelajar dapat bervariasi menurut para ahli, tetapi pada dasarnya menggambarkan pelajar sebagai individu yang aktif dalam proses pembelajaran, memiliki peran dalam membangun pengetahuan, dan berkembang melalui interaksi sosial. Meskipun definisi pelajar menurut para ahli memiliki kelebihan dan kekurangan, namun secara keseluruhan memberikan kerangka pemahaman yang penting dalam memahami konsep pelajar dan proses pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *