Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli dan Daftar Pustaka

Utami Maharini

Motivasi adalah dorongan yang mendorong seseorang untuk bertindak atau berperilaku dalam mencapai tujuan. Menurut para ahli, motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.

Motivasi intrinsik adalah dorongan yang berasal dari dalam diri seseorang, seperti rasa keingintahuan, kepuasan pribadi, atau kebutuhan untuk berekspresi. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang datang dari luar diri seseorang, seperti hadiah, pujian, atau hukuman.

Beberapa ahli yang mengemukakan pengertian motivasi antara lain:

1. Abraham Maslow: Motivasi adalah kebutuhan yang mendorong seseorang untuk mencapai potensi tertinggi dalam dirinya.
2. Frederick Herzberg: Motivasi adalah dorongan yang datang dari dalam diri seseorang untuk mencapai kepuasan dalam pekerjaan.
3. Clayton Alderfer: Motivasi adalah upaya seseorang untuk memenuhi kebutuhan yang mendasari perilaku dan tindakannya.

Daftar Pustaka:

1. Maslow, Abraham. (1943). A Theory of Human Motivation. Psychological Review, 50, 370-396.
2. Herzberg, Frederick. (1959). The Motivation to Work. New York: Wiley.
3. Alderfer, Clayton. (1969). An Empirical Test of a New Theory of Human Needs. Organizational Behavior and Human Performance, 5, 142-175.

Dengan memahami pengertian motivasi menurut para ahli, diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi diri sendiri maupun orang lain dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Selamat mencoba!

Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

Motivasi adalah salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia yang mempengaruhi tingkat keberhasilan dan kepuasan hidup seseorang. Dalam Psikologi, motivasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kekuatan yang mendorong individu untuk bertindak atau berperilaku dalam mencapai tujuan atau kepuasan tertentu. Para ahli telah memberikan pengertian mengenai motivasi berdasarkan pandangan mereka, di antaranya adalah:

1. Abraham Maslow

Menurut Abraham Maslow, motivasi merupakan kebutuhan-kebutuhan dasar individu yang tersusun dalam sebuah hierarki. Hierarki tersebut terdiri dari kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Motivasi muncul ketika kebutuhan-kebutuhan tersebut terpenuhi.

2. Frederick Herzberg

Fredrick Herzberg berpendapat bahwa motivasi terdiri dari dua faktor, yaitu faktor higienis dan faktor motivator. Faktor higienis berperan dalam mencegah ketidakpuasan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sedangkan faktor motivator menghasilkan kepuasan dalam bekerja. Motivasi, menurut Herzberg, didorong oleh faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan individu dalam bekerja.

3. Clayton Alderfer

Alderfer mengembangkan teori motivasi ERG (Existence, Relatedness, dan Growth). Teori ini berpendapat bahwa motivasi terdiri dari tiga tingkat kebutuhan, yaitu kebutuhan eksistensi (fisik), kebutuhan relasi (sosial), dan kebutuhan pertumbuhan (pencapaian pribadi). Ketiga tingkat kebutuhan tersebut saling berinteraksi dan dapat mempengaruhi motivasi individu.

4. Victor Vroom

Victor Vroom mengemukakan teori expectancy dalam menjelaskan motivasi. Teori ini menyatakan bahwa motivasi individu dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu harapan (expectancy), instrumen (instrumentality), dan valensi (valence). Harapan individu terhadap hasil dari suatu tindakan akan mempengaruhi motivasinya dalam melakukannya.

5. David McClelland

David McClelland mengidentifikasi tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi motivasi, yaitu kebutuhan berprestasi (achievement), kebutuhan kekuasaan (power), dan kebutuhan afiliasi (affiliation). Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga motivasi individu juga dapat bervariasi.

6. Edward L. Deci dan Richard M. Ryan

Edward L. Deci dan Richard M. Ryan mengajukan teori self-determination dalam menjelaskan motivasi. Teori ini menyatakan bahwa motivasi yang paling tinggi adalah motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang muncul dari dalam diri individu tanpa adanya dorongan atau pengaruh eksternal.

7. Albert Bandura

Albert Bandura berfokus pada teori penilaian sendiri (self-efficacy) dalam menjelaskan motivasi. Menurutnya, keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk mencapai tujuan akan mempengaruhi motivasi dan usaha yang diberikan dalam mencapai tujuan tersebut.

8. Dan Ariely

Dan Ariely berpendapat bahwa motivasi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti hadiah dan hukuman. Ia melihat bahwa hadiah dapat meningkatkan motivasi individu, tetapi pemilihan hadiah yang tepat juga penting untuk menjaga keberlanjutan motivasi.

9. John P. Kotter

John P. Kotter memandang motivasi sebagai faktor penting dalam proses perubahan organisasi. Menurutnya, motivasi yang kuat dapat mendorong individu untuk beradaptasi dan melakukan perubahan yang diperlukan demi keberhasilan organisasi.

10. Mihaly Csikszentmihalyi

Mihaly Csikszentmihalyi mengemukakan teori aliran (flow theory) yang menghubungkan motivasi dengan kegiatan yang menyenangkan dan memuaskan. Menurutnya, motivasi terjadi ketika individu terlibat dalam kegiatan yang memadukan tantangan dan kemampuan mereka secara seimbang.

Kelebihan Motivasi Menurut Para Ahli

Ada beberapa kelebihan motivasi menurut pandangan para ahli, di antaranya adalah:

1. Meningkatkan Produktivitas

Motivasi yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas individu atau kelompok dalam mencapai tujuan. Ketika individu merasa termotivasi, mereka cenderung lebih berfokus dan berusaha dengan lebih maksimal dalam mencapai target yang ditetapkan.

2. Meningkatkan Kreativitas

Motivasi memiliki peran penting dalam memunculkan kreativitas individu. Ketika seseorang merasa termotivasi, pikiran dan ide-ide kreatif dapat muncul dengan lebih mudah. Hal ini dapat membantu dalam menciptakan inovasi dan solusi baru dalam berbagai bidang.

3. Meningkatkan Kesejahteraan Mental

Motivasi yang tinggi juga dapat meningkatkan kesejahteraan mental individu. Ketika individu merasa termotivasi, mereka cenderung lebih bersemangat, bahagia, dan puas dengan kehidupan mereka. Hal ini dapat membantu dalam mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

4. Meningkatkan Kemampuan Mencapai Tujuan

Motivasi yang kuat dapat memacu individu untuk bekerja keras dan tetap berusaha dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan motivasi yang tinggi, individu memiliki dorongan dan energi yang kuat untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang mungkin muncul di sepanjang perjalanan mencapai tujuan tersebut.

Kekurangan Motivasi Menurut Para Ahli

Tidak hanya memiliki kelebihan, namun motivasi juga memiliki kekurangan menurut pandangan para ahli, di antaranya adalah:

1. Rentan Terhadap Perubahan

Motivasi cenderung bersifat tidak stabil dan mudah berubah. Sebuah motivasi yang kuat pada suatu waktu dapat berkurang atau bahkan hilang pada waktu berikutnya. Ini berarti bahwa perlu adanya upaya yang berkelanjutan untuk mempertahankan dan membangun motivasi yang konsisten.

2. Tidak Menjamin Keberhasilan

Meskipun motivasi dapat menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan, namun motivasi sendiri tidak menjamin keberhasilan. Ada banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan, seperti kemampuan individu, kesempatan, dan kondisi eksternal.

3. Dapat Menyebabkan Kecanduan

Salah satu kekurangan motivasi adalah adanya risiko kecanduan. Ketika seseorang terlalu bergantung pada motivasi eksternal, seperti hadiah atau pujian, mereka dapat kehilangan motivasi intrinsik yang sebenarnya. Hal ini dapat membuat individu sulit untuk termotivasi tanpa dorongan eksternal.

4. Dapat Membuat Individu Terjebak dalam Rutinitas

Jika motivasi hanya didorong oleh rutinitas dan kebiasaan, individu dapat terjebak dalam pola yang monoton dan kurang tantangan. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan pengembangan pribadi, serta mengurangi motivasi untuk mencoba hal baru atau menghadapi tantangan yang lebih besar.

FAQ (Frequently Asked Questions) tentang Motivasi

1. Apa perbedaan antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik?

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri individu, seperti kepuasan secara pribadi atau minat terhadap suatu hal. Sementara itu, motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang datang dari luar diri individu, seperti hadiah atau pujian. Motivasi intrinsik cenderung lebih berkelanjutan dan mendorong individu untuk bertahan dalam jangka panjang.

2. Bagaimana cara meningkatkan motivasi dalam diri sendiri?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi dalam diri sendiri, di antaranya adalah menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik, membuat rencana tindakan yang terstruktur, menghargai progres kecil, mencari inspirasi dari orang lain, dan mengelola stres dengan baik. Penting untuk menemukan apa yang memotivasi diri sendiri dan menciptakan lingkungan yang mendukung motivasi yang tinggi.

3. Bagaimana cara memotivasi orang lain?

Memotivasi orang lain dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan kerja atau belajar yang kondusif, memberikan umpan balik yang membangun, memberikan kesempatan dan tantangan yang sesuai dengan kemampuan individu, serta memberikan pengakuan dan apresiasi atas pencapaian mereka. Penting untuk memahami kebutuhan dan keinginan individu secara khusus untuk dapat memotivasi mereka dengan efektif.

4. Apa dampak rendahnya motivasi pada seseorang?

Rendahnya motivasi dapat menyebabkan berbagai dampak negatif pada seseorang, seperti rendahnya kinerja dalam mencapai tujuan, kurangnya semangat dan antusiasme dalam bekerja atau belajar, meningkatnya stres dan ketidakpuasan, serta menurunnya kebahagiaan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Rendahnya motivasi juga dapat menghambat pertumbuhan dan pengembangan pribadi.

Kesimpulan

Sebagai salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia, motivasi memiliki peran yang signifikan dalam mencapai tujuan dan kepuasan hidup. Para ahli telah memberikan pengertian yang berbeda mengenai motivasi, namun semua pandangan tersebut mencerminkan pentingnya dorongan atau kekuatan yang mendorong individu untuk bertindak atau berperilaku dalam mencapai tujuan atau kepuasan tertentu. Motivasi memiliki kelebihan seperti meningkatkan produktivitas, kreativitas, kesejahteraan mental, dan kemampuan mencapai tujuan. Namun, motivasi juga memiliki kekurangan seperti rentan terhadap perubahan, tidak menjamin keberhasilan, risiko kecanduan, dan potensi terjebak dalam rutinitas. Dalam memahami motivasi, FAQ tentang motivasi dapat membantu mengatasi berbagai pertanyaan umum yang sering ditanyakan. Melalui pemahaman dan penerapan yang tepat, motivasi dapat menjadi kunci keberhasilan dan kepuasan hidup seseorang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *