Pengertian Kinerja Menurut Para Ahli dan Daftar Pustaka

Utami Maharini

Kinerja, siapa sih yang tidak mengenal kata ini? Dalam dunia kerja, kata kinerja seringkali menjadi bahan pertanyaan dan perdebatan. Menurut para ahli, kinerja memiliki berbagai definisi yang bisa dijadikan sebagai patokan dalam menilai seberapa baik atau buruk performa seseorang.

Menurut Rumadi (2015), kinerja merupakan hasil dari upaya yang dilakukan oleh seseorang dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sementara itu, menurut Kreitner dan Kinicki (2012), kinerja adalah ukuran sejauh mana individu mampu mencapai standar keberhasilan dalam melaksanakan tugasnya.

Tak ketinggalan pula, Mowday dan Steers (2013) memberikan definisi yang sedikit berbeda, mereka mengatakan bahwa kinerja adalah evaluasi kualitas hasil kerja yang dilakukan oleh individu. Dari berbagai pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah ukuran keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

Untuk memperdalam pemahaman tentang pengertian kinerja, ada baiknya untuk membaca beberapa referensi yang dapat dijadikan sebagai acuan. Beberapa daftar pustaka yang direkomendasikan antara lain:

1. Rumadi. 2015. “Manajemen Kinerja”. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
2. Kreitner, R. and Kinicki, A. 2012. “Organizational Behavior: Key Concepts, Skills & Best Practices”. New York: McGraw-Hill Education.
3. Mowday, R. T. and Steers, R. M. 2013. “Employee-Organization Linkages: The Psychology of Commitment, Absenteeism, and Turnover”. New York: Academic Press.

Dengan memahami definisi kinerja dari berbagai ahli dan menyimak berbagai referensi terkait, diharapkan pembaca dapat lebih memahami konsep kinerja dan dapat mengoptimalkan performa kerja mereka. Semoga artikel ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman kita tentang kinerja!

Pengertian Kinerja Menurut Para Ahli

Kinerja adalah suatu konsep yang sering digunakan dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, organisasi, dan sumber daya manusia. Para ahli telah memberikan berbagai pengertian tentang kinerja berdasarkan pendekatan dan perspektif mereka.

Pengertian Kinerja Menurut Ahli 1:

Ahli pertama, John W. Newstrom, menyatakan bahwa kinerja adalah ukuran sejauh mana suatu individu atau kelompok mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pengertian Kinerja Menurut Ahli 2:

Ahli kedua, Gary P. Latham, mengemukakan bahwa kinerja adalah hasil dari interaksi antara kemampuan individu dan motivasi untuk mencapai tujuan organisasi.

Pengertian Kinerja Menurut Ahli 3:

Ahli ketiga, Edwin A. Locke, berpendapat bahwa kinerja adalah hasil dari komitmen individu terhadap tujuan yang telah ditetapkan, serta usaha dan kemampuan individu dalam mencapai tujuan tersebut.

Pengertian Kinerja Menurut Ahli 4:

Ahli keempat, Michael Armstrong, menyatakan bahwa kinerja adalah tingkat pencapaian individu atau kelompok dalam melaksanakan tugas yang telah ditugaskan.

Pengertian Kinerja Menurut Ahli 5:

Ahli kelima, Robert D. Austin, berpendapat bahwa kinerja adalah kemampuan individu atau organisasi untuk mencapai hasil yang diinginkan dengan efektivitas dan efisiensi yang tinggi.

Pengertian Kinerja Menurut Ahli 6:

Ahli keenam, Aubrey C. Daniels, mengemukakan bahwa kinerja adalah tingkah laku tertentu yang mencakup perilaku kognitif, afektif, dan konatif dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Pengertian Kinerja Menurut Ahli 7:

Ahli ketujuh, Robert L. Mathis, menyatakan bahwa kinerja adalah kemampuan individu atau kelompok dalam menyelesaikan tugas dengan kualitas yang tinggi dan dalam waktu yang singkat.

Pengertian Kinerja Menurut Ahli 8:

Ahli kedelapan, David A. DeCenzo, berpendapat bahwa kinerja adalah hasil dari sikap, nilai, dan motivasi individu dalam melaksanakan tugas yang telah ditugaskan.

Pengertian Kinerja Menurut Ahli 9:

Ahli kesembilan, Thomas W. Harrell, mengemukakan bahwa kinerja adalah kemampuan individu atau kelompok dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.

Pengertian Kinerja Menurut Ahli 10:

Ahli kesepuluh, Herman Aguinis, menyatakan bahwa kinerja adalah hasil yang diperoleh individu atau kelompok dalam melaksanakan tugas dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya yang tersedia.

Kelebihan Pengertian Kinerja Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah empat kelebihan pengertian kinerja menurut para ahli:

1. Menggambarkan Tingkat Capaian

Pengertian kinerja yang diberikan oleh para ahli memberikan gambaran tentang sejauh mana individu atau kelompok mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dengan pengertian ini, kita dapat menilai tingkat capaian kinerja seseorang atau suatu organisasi.

2. Mendorong Motivasi dan Komitmen

Pengertian kinerja menurut para ahli juga memperhatikan faktor motivasi dan komitmen individu dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan mengetahui bahwa kinerja dipengaruhi oleh kemampuan dan motivasi, organisasi dapat mendorong individu untuk lebih berkomitmen dan termotivasi dalam melaksanakan tugas.

3. Menilai Efektivitas dan Efisiensi

Pengertian kinerja yang dikemukakan oleh ahli-ahli juga memperhatikan efektivitas dan efisiensi dalam mencapai hasil yang diinginkan. Dengan demikian, pengertian ini dapat digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana individu atau organisasi mencapai hasil yang diinginkan dengan cara yang efektif dan efisien.

4. Fokus pada Kualitas dan Waktu

Beberapa ahli mengemukakan bahwa kinerja mencakup aspek kualitas dan waktu. Dengan pengertian ini, organisasi dapat lebih memperhatikan kualitas dan waktu dalam melaksanakan tugas. Hal ini akan membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya saing organisasi.

Kekurangan Pengertian Kinerja Menurut Para Ahli

Meskipun pengertian kinerja menurut para ahli memberikan banyak manfaat, namun terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan:

1. Terlalu Fokus pada Hasil

Beberapa pengertian kinerja cenderung terlalu fokus pada hasil atau pencapaian tujuan. Hal ini bisa membuat individu atau organisasi terlalu menekankan jumlah dan menciptakan tekanan yang berlebihan.

2. Kurang Memperhatikan Aspek Kualitatif

Beberapa pengertian kinerja kurang memperhatikan aspek kualitatif, seperti kepuasan pelanggan, kreativitas, dan inovasi. Hal ini bisa membuat organisasi hanya fokus pada angka-angka tanpa memperhatikan kualitas hasil yang dihasilkan.

3. Mengabaikan Konteks dan Perbedaan Individu

Beberapa ahli memahami kinerja tanpa memperhatikan konteks dan perbedaan individu. Masing-masing individu memiliki latar belakang, pengalaman, dan karakteristik yang berbeda, sehingga pengertian kinerja yang umum mungkin tidak dapat diterapkan dengan baik pada setiap individu.

4. Tidak Memberikan Solusi kepada Masalah Kinerja

Pengertian kinerja hanya memberikan gambaran tentang apa itu kinerja dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, namun tidak memberikan solusi yang konkret terkait masalah kinerja. Untuk mengatasi masalah kinerja, diperlukan langkah-langkah konkret yang sesuai dengan konteks organisasi.

FAQ tentang Pengertian Kinerja Menurut Para Ahli

1. Mengapa pengertian kinerja penting dalam organisasi?

Pengertian kinerja penting dalam organisasi karena dapat memberikan gambaran tentang sejauh mana tujuan organisasi tercapai.

2. Bagaimana kinerja dipengaruhi oleh motivasi individu?

Kinerja dipengaruhi oleh motivasi individu karena motivasi merupakan faktor yang mempengaruhi seberapa keras individu bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.

3. Apakah kinerja hanya dilihat dari hasil akhir?

Tidak, kinerja tidak hanya dilihat dari hasil akhir. Kualitas dan waktu juga menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja individu atau organisasi.

4. Bagaimana cara meningkatkan kinerja individual dalam organisasi?

Cara meningkatkan kinerja individual dalam organisasi antara lain dengan memberikan motivasi, melatih keterampilan, dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah ukuran sejauh mana individu atau kelompok mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian kinerja menurut para ahli memiliki kelebihan dalam menggambarkan tingkat capaian, mendorong motivasi dan komitmen, menilai efektivitas dan efisiensi, serta fokus pada kualitas dan waktu. Namun, kekurangan pengertian kinerja adalah terlalu fokus pada hasil, kurang memperhatikan aspek kualitatif, mengabaikan konteks dan perbedaan individu, serta tidak memberikan solusi kepada masalah kinerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *