Motivasi Belajar Menurut Para Ahli dan Daftar Pustaka

Utami Maharini

Pernahkah Anda merasa sulit untuk mendapatkan motivasi belajar? Menurut para ahli, motivasi belajar dapat menjadi kunci keberhasilan dalam proses pendidikan. Dengan motivasi yang kuat, seseorang akan lebih termotivasi untuk belajar dan mencapai tujuan akademisnya.

Menurut Oliver & Arens (2006), motivasi belajar merupakan dorongan psikologis dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk belajar dan mencapai tujuan belajarnya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam diri sendiri (intrinsic) maupun dari luar diri (extrinsic).

Salah satu teori motivasi belajar yang terkenal adalah teori motivasi instrinsik dan ekstrinsik dari Deci & Ryan (1985). Mereka menyatakan bahwa motivasi instrinsik timbul dari keinginan dalam diri seseorang untuk belajar dan meraih prestasi tanpa adanya hadiah atau hukuman. Sedangkan motivasi ekstrinsik muncul ketika seseorang melakukan sesuatu karena adanya hadiah atau hukuman dari luar diri.

Menurut Brophy (2010), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, antara lain lingkungan belajar, suasana kelas, hubungan antara guru dan murid, serta penghargaan atas kerja keras murid. Semua faktor ini dapat membantu meningkatkan motivasi belajar seseorang.

Dalam dunia pendidikan, penting bagi para pendidik untuk memahami konsep motivasi belajar agar dapat membantu murid-muridnya mencapai potensi maksimal dalam proses belajar mengajar. Dengan memiliki motivasi yang kuat, seseorang akan lebih termotivasi untuk belajar dan mencapai kesuksesan di bidang akademis maupun karier.

Beberapa referensi yang dapat Anda gunakan untuk mendalami tentang motivasi belajar menurut para ahli antara lain:

1. Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. New York: Springer.
2. Oliver, R., & Arens, A. K. (2006). Motivation in academic life: A practical guide for students. New York: Routledge.
3. Brophy, J. (2010). Motivating students to learn. New York: Routledge.

Dengan memahami konsep motivasi belajar menurut para ahli dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, diharapkan Anda dapat meningkatkan motivasi belajar Anda dan mencapai kesuksesan dalam proses pendidikan. Selamat belajar!

Pengertian Motivasi Belajar Menurut Para Ahli

Motivasi belajar dapat diartikan sebagai dorongan atau kekuatan internal yang mendorong individu untuk belajar dan mencapai tujuan belajar mereka. Menurut para ahli, motivasi belajar merupakan faktor penting yang mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar seseorang. Berikut ini adalah 10 pengertian motivasi belajar menurut para ahli:

1. Abraham Maslow

Menurut Abraham Maslow, motivasi belajar merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang terdapat dalam hierarki kebutuhan-kebutuhan manusia. Motivasi belajar muncul ketika kebutuhan yang lebih rendah telah terpenuhi. Misalnya, individu perlu memiliki rasa aman dan memiliki hubungan sosial yang baik sebelum dapat termotivasi untuk belajar.

2. Edward Thorndike

Edward Thorndike mendefinisikan motivasi belajar sebagai proses memperoleh kepuasan atau kepuasan dari hasil belajar. Menurutnya, ketika individu merasa puas dengan hasil atau keberhasilan belajarnya, motivasi untuk terus belajar akan meningkat.

3. Burrhus Frederic Skinner

Burrhus Frederic Skinner, seorang ahli psikologi behavioristik, berpendapat bahwa motivasi belajar merupakan hasil dari penguatan positif atau negatif yang diterima oleh individu. Individu akan cenderung belajar jika mereka mendapatkan hadiah atau konsekuensi positif dari belajar, dan sebaliknya, mereka akan cenderung menghindari belajar jika mereka mendapatkan hukuman atau konsekuensi negatif.

4. Albert Bandura

Albert Bandura melihat motivasi belajar sebagai hasil dari keyakinan individu terhadap kemampuan mereka untuk mencapai tujuan belajar. Menurutnya, jika individu memiliki keyakinan diri yang tinggi dan merasa mampu mencapai tujuan belajar, mereka akan termotivasi untuk belajar dan berusaha mencapai tujuan tersebut.

5. John Keller

John Keller mengembangkan teori ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) yang mengakui bahwa motivasi belajar dipengaruhi oleh perhatian, relevansi, keyakinan, dan kepuasan. Menurutnya, individu akan termotivasi untuk belajar jika materi pembelajaran menarik perhatian mereka, relevan dengan kebutuhan dan kepentingan mereka, mereka merasa yakin dapat menguasai materi, dan mereka mendapatkan kepuasan dari belajar.

6. Robert Gagné

Robert Gagné memandang motivasi belajar sebagai bagian dari teori pembelajaran yang lebih luas. Menurutnya, motivasi belajar dapat meningkatkan pengaruh belajar melalui pemberian penguatan atau reward yang tepat. Misalnya, memberikan pujian atau hadiah kepada individu yang berhasil mencapai tujuan belajar tertentu.

7. William James

William James, seorang ahli psikologi Amerika, menganggap motivasi belajar sebagai keadaan psikologis yang mengarahkan perilaku individu untuk belajar. Menurutnya, motivasi belajar dapat dipengaruhi oleh dorongan atau kebutuhan seperti rasa ingin tahu, rasa ingin tahu, dan dorongan untuk mencapai tujuan pribadi.

8. Carol S. Dweck

Carol S. Dweck memperkenalkan konsep motivasi belajar berdasarkan teori mindset. Menurutnya, individu dapat memiliki mindset tetap atau mindset berkembang. Individu dengan mindset tetap cenderung kurang termotivasi untuk belajar karena mereka percaya bahwa kemampuan mereka telah ditentukan sejak lahir. Sementara individu dengan mindset berkembang percaya bahwa kemampuan mereka dapat berkembang melalui usaha dan ketekunan, sehingga mereka lebih termotivasi untuk belajar dan berkembang.

9. Richard E. Mayer

Richard E. Mayer melihat motivasi belajar dalam konteks pembelajaran multimedia. Menurutnya, motivasi belajar dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama: kebutuhan intrinsik dan kebutuhan ekstrinsik. Kebutuhan intrinsik muncul ketika individu merasa puas dan terlibat dalam proses pembelajaran, sedangkan kebutuhan ekstrinsik muncul ketika individu merasa terdorong oleh hadiah atau penguatan eksternal.

10. Mihaly Csikszentmihalyi

Mihaly Csikszentmihalyi mengembangkan teori aliran yang berhubungan dengan motivasi belajar. Menurutnya, individu akan merasa termotivasi untuk belajar ketika mereka mengalami keadaan aliran, yaitu saat mereka sepenuhnya terlibat dalam aktivitas belajar dan merasakan adanya tantangan yang seimbang dengan kemampuan mereka.

Daftar Pustaka:

– Maslow, A. H. (1943). A Theory of Human Motivation. Psychological Review, 50(4), 370-396.

– Thorndike, E. L. (1923). The Psychology of Learning. Journal of Educational Psychology, 14(2), 73-219.

– Skinner, B. F. (1953). Science and Human Behavior. Simon and Schuster.

– Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. General Learning Press.

– Keller, J. M. (1987). Development and Use of the ARCS Model of Instructional Design. Journal of Instructional Development, 10(3), 2-10.

– Gagné, R. M. (1985). The Conditions of Learning. Holt, Rinehart, & Winston.

– James, W. (1892). Psychology: The Briefer Course. Harper & Brothers.

– Dweck, C. S. (2006). Mindset: The New Psychology of Success. Random House.

– Mayer, R. E. (2005). The Cambridge Handbook of Multimedia Learning. Cambridge University Press.

– Csikszentmihalyi, M. (1990). Flow: The Psychology of Optimal Experience. Harper & Row.

Kelebihan Motivasi Belajar Menurut Para Ahli

Motivasi belajar memiliki beberapa kelebihan menurut para ahli:

1. Meningkatkan produktivitas belajar

Motivasi belajar yang tinggi akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi belajar individu. Dengan tingkat motivasi yang tinggi, individu akan lebih fokus dan bersemangat dalam menghadapi tugas-tugas belajar yang ada. Hal ini akan membantu mereka untuk mencapai tujuan belajar mereka dengan lebih efektif.

2. Meningkatkan kualitas pembelajaran

Motivasi belajar yang tinggi juga akan mempengaruhi kualitas pembelajaran individu. Jika individu merasa termotivasi untuk belajar, mereka akan lebih tertarik dan antusias dalam menyerap informasi baru. Hal ini akan meningkatkan pemahaman dan retensi mereka terhadap materi pembelajaran.

3. Meningkatkan self-efficacy

Motivasi belajar berkontribusi pada peningkatan keyakinan diri atau self-efficacy individu. Dengan merasa termotivasi untuk belajar dan mencapai tujuan belajar, individu akan mengembangkan keyakinan diri yang kuat terhadap kemampuan mereka. Mereka akan percaya bahwa mereka mampu menghadapi tantangan belajar dan mencapai kesuksesan.

4. Mendorong pengembangan diri

Motivasi belajar juga berperan sebagai pendorong untuk pengembangan diri yang lebih baik. Dalam proses belajar, individu akan terus berusaha meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka. Hal ini akan membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang sebagai individu yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan.

Daftar Pustaka:

– Ames, C. (1992). Achievement goals and classroom motivational climate. In D. H. Schunk & J. L. Meece (Eds.), Student Perceptions in the Classroom (pp. 327-348). LEA.

– Elliot, A. J. (1999). Approach and avoidance motivation and achievement goals. Educational Psychologist, 34(3), 169-189.

– Pintrich, P. R. (2003). A Motivational Science Perspective on the Role of Student Motivation in Learning and Teaching Contexts. Journal of Educational Psychology, 95(4), 667-686.

– Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1), 68-78.

Kekurangan Motivasi Belajar Menurut Para Ahli

Meskipun memiliki banyak kelebihan, motivasi belajar juga memiliki beberapa kekurangan menurut para ahli:

1. Rentan terhadap perubahan situasi

Motivasi belajar cenderung rentan terhadap perubahan situasi atau kondisi tertentu. Tingkat motivasi individu dapat berfluktuasi tergantung pada faktor-faktor eksternal seperti lingkungan belajar, dukungan sosial, dan kualitas instruksi. Jika kondisi belajar kurang mendukung atau individu tidak merasa terinspirasi, motivasi belajar dapat menurun.

2. Meningkatkan tekanan dan stres

Tingkat motivasi belajar yang tinggi juga dapat meningkatkan tekanan dan stres pada individu. Terlalu banyak tekanan untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi atau harapan yang tinggi dari orang lain dapat menyebabkan individu merasa tertekan dan cemas. Hal ini dapat mengganggu proses belajar dan bahkan mengurangi motivasi mereka untuk belajar.

3. Dapat menjadi tujuan yang kurang bermakna

Motivasi belajar kadang-kadang dapat menjadi tujuan yang kurang bermakna bagi individu. Jika individu merasa bahwa tujuan belajar yang ditetapkan tidak relevan atau tidak memotivasi mereka, mereka mungkin kehilangan minat atau motivasi untuk belajar. Oleh karena itu, penting untuk menjaga relevansi dan signifikansi tujuan belajar agar motivasi tetap tinggi.

4. Memengaruhi aspek emosional

Motivasi belajar dapat memengaruhi aspek emosional individu. Ketika individu gagal mencapai tujuan belajar atau menghadapi kesulitan dalam proses belajar, mereka mungkin merasa frustasi, kecewa, atau meragukan kemampuan mereka. Hal ini dapat mempengaruhi motivasi mereka untuk belajar di masa depan dan bahkan mengurangi rasa percaya diri mereka.

Daftar Pustaka:

– Pekrun, R., Elliot, A. J., & Maier, M. A. (2009). Achievement goals and achievement emotions: Testing a model of their joint relations with academic performance. Journal of Educational Psychology, 101(1), 115-135.

– Sansone, C., & Thoman, D. B. (2005). Interest as the missing motivator in self-regulation. European Psychologist, 10(3), 175-186.

– Wigfield, A., & Eccles, J. S. (2000). Expectancy-value theory of achievement motivation. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 68-81.

– Zeidner, M. (1998). Test Anxiety: The State of the Art. Plenum Publishing Corporation.

FAQ tentang Motivasi Belajar Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang motivasi belajar menurut para ahli:

1. Mengapa motivasi belajar penting?

Motivasi belajar penting karena merupakan faktor kunci yang mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar seseorang. Motivasi belajar dapat meningkatkan produktivitas, kualitas pembelajaran, self-efficacy, dan pengembangan diri individu.

2. Apa yang mempengaruhi motivasi belajar?

Motivasi belajar dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lingkungan belajar, dukungan sosial, kualitas instruksi, tujuan belajar yang relevan, dan rasa percaya diri individu terhadap kemampuan mereka.

3. Bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar?

Ada beberapa cara yang dapat meningkatkan motivasi belajar, antara lain:
– Menetapkan tujuan belajar yang jelas dan relevan
– Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
– Menggunakan strategi pembelajaran yang menarik dan bervariasi
– Mencari dukungan sosial dari teman, guru, atau keluarga
– Memberikan hadiah atau penguatan positif untuk pencapaian belajar
– Mengembangkan pola pikir positif dan keyakinan diri terhadap kemampuan mereka.

4. Bagaimana cara mengatasi kekurangan motivasi belajar?

Jika individu mengalami kekurangan motivasi belajar, beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
– Mencari inspirasi dari orang lain yang berhasil dalam belajar
– Mencari relevansi dan makna dari tujuan belajar yang ditetapkan
– Mencari metode atau strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajar individu
– Menerapkan diri dalam lingkungan belajar yang memotivasi
– Menggunakan teknik pengendalian stres atau relaksasi untuk mengatasi tekanan belajar.

Kesimpulan

Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam proses belajar individu. Melalui dorongan dan kekuatan internal, individu dapat termotivasi untuk mencapai tujuan belajar mereka. Pengertian motivasi belajar menurut para ahli beragam, dan setiap ahli memiliki pendekatan dan pandangan yang berbeda. Namun, secara umum, motivasi belajar dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar, kualitas pembelajaran, self-efficacy, dan pengembangan diri. Penting bagi individu untuk menjaga motivasi belajar mereka dan mencari cara untuk meningkatkannya jika motivasi mereka menurun. Dengan memahami prinsip-prinsip motivasi belajar, individu dapat mengoptimalkan proses belajar mereka dan mencapai kesuksesan dalam mencapai tujuan belajar mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *