Kesantunan Berbahasa Menurut Para Ahli

Utami Maharini

Setiap kali kita berinteraksi dengan orang lain, baik secara langsung maupun melalui media sosial, kesantunan berbahasa sangatlah penting. Menurut para ahli, kesantunan dalam berbahasa merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan hubungan yang harmonis dan penuh rasa hormat.

Profesor Linguistik, Dr. Siti Nurul Hidayah, menjelaskan bahwa kesantunan berbahasa tidak hanya berkaitan dengan memilih kata-kata yang sopan, namun juga melibatkan pemahaman akan konteks dan situasi dalam berkomunikasi. Misalnya, menggunakan bahasa formal saat berbicara dengan atasan atau tetua, dan lebih santun dalam penggunaan kata-kata di lingkungan yang lebih santai.

Dalam bukunya yang berjudul “Etika Berbahasa dalam Komunikasi”, Profesor Etika Komunikasi, Dr. Ahmad Rizal, menekankan pentingnya etika dalam berbahasa sebagai landasan utama dalam membangun hubungan yang baik. Menurutnya, kesantunan berbahasa tidak hanya mencakup kata-kata yang digunakan, tetapi juga sikap dan perilaku dalam berkomunikasi.

Dalam era digital seperti sekarang, kesantunan berbahasa juga perlu diperhatikan dalam dunia maya. Menyadari perbedaan antara bahasa lisan dan bahasa tulisan sangatlah penting agar kita tidak salah dalam menyampaikan pesan dan tidak menyinggung perasaan orang lain.

Jadi, kesantunan berbahasa memang bukan hal yang sepele. Dengan memahami pentingnya kesantunan berbahasa menurut para ahli, kita diharapkan dapat menjaga hubungan dengan orang lain secara lebih baik dan menghindari konflik yang tidak perlu. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesantunan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Kesantunan Berbahasa Menurut Para Ahli

Kesantunan berbahasa adalah suatu bentuk perilaku yang menunjukkan penghargaan, rasa hormat, kesopanan, dan pertimbangan terhadap orang lain dalam berkomunikasi. Hal ini melibatkan penggunaan kata-kata yang sopan, sikap mendengarkan dengan penuh perhatian, menghindari penggunaan kata-kata yang kasar atau menghina, serta memperlihatkan kerendahan hati dan kesopanan dalam berbicara.

Pengertian Kesantunan Berbahasa Menurut Ahli 1

Ahli 1, misalnya adalah John Searle, seorang ahli filosofi asal Amerika Serikat. Menurutnya, kesantunan berbahasa adalah norma yang mengatur tindakan bahasa dalam suatu masyarakat. Kesantunan berbahasa terbentuk melalui aturan-aturan formal dan informal yang mempengaruhi komunikasi antarindividu dalam suatu bahasa.

Pengertian Kesantunan Berbahasa Menurut Ahli 2

Ahli 2, contohnya adalah Penelope Brown dan Stephen Levinson, yang mendefinisikan kesantunan berbahasa sebagai kumpulan norma dan konvensi yang mengatur perilaku komunikatif agar tetap harmonis dan saling menghormati. Dalam pandangan mereka, kesantunan berbahasa melibatkan tindakan seperti menyapa dengan sopan, menggunakan kata-kata yang halus, dan memperhatikan konteks dalam berkomunikasi.

Pengertian Kesantunan Berbahasa Menurut Ahli 3

Ahli 3, sebagai contoh adalah Antonio Gomes Penna, seorang ahli bahasa dan sosiolinguistik asal Brasil. Menurutnya, kesantunan berbahasa adalah tindakan yang mempertimbangkan etika dan konteks sosial dalam menggunakan bahasa. Dalam pandangannya, kesantunan berbahasa juga melibatkan pemahaman akan norma sosial, budaya, dan keadaan tempat dalam berkomunikasi.

Pengertian Kesantunan Berbahasa Menurut Ahli 4

Ahli 4, misalnya adalah Leech, seorang penganut teori pragmatik asal Inggris. Bagi Leech, kesantunan berbahasa adalah kemampuan untuk menghasilkan interaksi yang mulus, kooperatif, dan saling menguntungkan antara penutur dan pendengar. Kesantunan berbahasa juga melibatkan penggunaan bahasa yang tidak menyinggung perasaan orang lain serta kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi komunikasi yang berbeda.

Pengertian Kesantunan Berbahasa Menurut Ahli 5

Ahli 5, sebagai contoh adalah Ehsan Hoque, seorang profesor di bidang Ilmu Komputer dan Komunikasi Manusia di Massachusetts Institute of Technology. Hoque melihat kesantunan berbahasa dari sudut pandang teknologi dan menyebutnya sebagai konsep yang dapat diukur secara objektif melalui analisis bahasa dan tingkah laku. Ia berpendapat bahwa kesantunan berbahasa didasarkan pada penggunaan kata-kata yang tidak mengganggu dan tingkat respon yang cepat dari pendengar.

Pengertian Kesantunan Berbahasa Menurut Ahli 6

Ahli 6, misalnya adalah Karen Tracy, seorang ahli komunikasi dari University of Colorado Boulder. Bagi Tracy, kesantunan berbahasa adalah upaya untuk membatasi diri dalam menggunakan kekuatan bahasa, baik secara individu maupun dalam kehidupan sosial. Ia menganggap kesantunan berbahasa sebagai alat penting dalam menjaga keharmonisan dan keadilan dalam interaksi komunikasi.

Pengertian Kesantunan Berbahasa Menurut Ahli 7

Ahli 7, sebagai contoh adalah H. Paul Grice, seorang filosof asal Inggris yang dikenal dengan teori implikatur percakapan. Grice mendefinisikan kesantunan berbahasa sebagai prinsip-prinsip yang mengatur percakapan agar tetap kooperatif, efisien, dan efektif. Dalam pandangannya, kesantunan berbahasa melibatkan tindakan seperti menjaga kejelasan dan informativitas pesan, menghindari pernyataan yang tidak relevan, dan menggunakan kalimat yang mudah dipahami.

Pengertian Kesantunan Berbahasa Menurut Ahli 8

Ahli 8, sebagai contoh adalah Erving Goffman, seorang sosiolog asal Kanada. Goffman melihat kesantunan berbahasa sebagai bentuk permainan sosial yang melibatkan tindakan seperti memperhatikan gerakan tubuh, intonasi suara, dan ekspresi wajah dalam berkomunikasi. Dalam pandangannya, kesantunan berbahasa juga melibatkan pemahaman akan norma-norma sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Kesantunan Berbahasa Menurut Ahli 9

Ahli 9, sebagai contoh adalah Janet Holmes, seorang profesor bahasa Inggris dan linguistik dari University of Wellington, Selandia Baru. Holmes melihat kesantunan berbahasa sebagai bentuk perilaku yang melibatkan interaksi sosial yang saling menguntungkan. Bagi Holmes, kesantunan berbahasa juga melibatkan tindakan seperti menggunakan bahasa yang sopan, mengakui hak-hak orang lain, dan memperhatikan sensibilitas serta kebutuhan orang lain dalam berkomunikasi.

Pengertian Kesantunan Berbahasa Menurut Ahli 10

Ahli 10, misalnya adalah Richard J. Watts, seorang profesor bahasa dan linguistik dari University of Bern, Swiss. Watts menyatakan bahwa kesantunan berbahasa adalah tindakan yang dilakukan oleh penutur untuk meminimalkan ancaman wajah atau harga diri mereka dan orang lain dalam interaksi komunikasi. Menurutnya, kesantunan berbahasa melibatkan penggunaan bahasa yang tidak mengganggu ketertiban sosial dan menghindari konflik verbal.

Kelebihan Kesantunan Berbahasa Menurut Para Ahli

1. Menciptakan Hubungan yang Harmonis: Kesantunan berbahasa memungkinkan terbentuknya hubungan yang harmonis antara penutur dan pendengar. Dengan menggunakan bahasa yang sopan, menghormati orang lain, dan memperhatikan konteks sosial, komunikasi dapat berjalan dengan lancar dan saling menguntungkan.

2. Menghindari Konflik dan Pertentangan: Kesantunan berbahasa juga dapat mencegah terjadinya konflik dan pertentangan yang disebabkan oleh penggunaan bahasa yang kurang sopan. Dengan menggunakan kata-kata yang halus dan menghindari penghinaan, komunikasi dapat berjalan dengan baik tanpa menyinggung perasaan orang lain.

3. Meningkatkan Efektivitas Komunikasi: Dengan menggunakan kesantunan berbahasa dalam interaksi komunikasi, pesan dapat disampaikan dengan jelas dan tidak menimbulkan kebingungan. Bahasa yang sopan dan relevan akan membuat pendengar lebih mudah memahami maksud dan tujuan dari komunikasi tersebut.

4. Meningkatkan Citra Diri dan Kepercayaan: Kesantunan berbahasa membantu meningkatkan citra diri seseorang karena menunjukkan bahwa mereka menghargai orang lain dan mampu mengendalikan diri dalam berkomunikasi. Hal ini juga dapat membangun rasa kepercayaan antara penutur dan pendengar, sehingga komunikasi menjadi lebih efektif dan memiliki dampak yang positif.

Kekurangan Kesantunan Berbahasa Menurut Para Ahli

1. Kesulitan dalam Penafsiran: Kesantunan berbahasa dapat menjadi penghalang dalam penafsiran maksud dan tujuan dari komunikasi. Terkadang, penggunaan bahasa yang terlalu halus atau tidak langsung dapat menyebabkan kebingungan atau kesalahpahaman antara penutur dan pendengar.

2. Kehilangan Ekspressi: Terlalu memperhatikan kesantunan berbahasa dapat mengakibatkan kehilangan ekspressi dalam komunikasi. Beberapa perasaan atau emosi mungkin sulit untuk diungkapkan dengan bahasa yang terlalu sopan, padahal hal tersebut penting untuk menyampaikan pesan dengan tepat.

3. Kesulitan dalam Menolak: Penerapan kesantunan berbahasa juga dapat menyulitkan seseorang dalam menolak permintaan atau menyampaikan pendapat yang berbeda. Kekhawatiran akan melukai perasaan orang lain seringkali membuat seseorang menjadi tidak jujur atau menghindari konflik, meskipun hal tersebut tidak menguntungkan dalam jangka panjang.

4. Konteks Budaya yang Berbeda: Konsep kesantunan berbahasa dapat bervariasi di setiap budaya atau masyarakat. Apa yang dianggap sopan dalam satu budaya mungkin dianggap tidak sopan dalam budaya lain. Oleh karena itu, kesantunan berbahasa tidak selalu universal dan penutur bahasa harus memahami konteks budaya saat berkomunikasi dengan orang dari budaya yang berbeda.

FAQ (Frequently Asked Questions) tentang Kesantunan Berbahasa

1. Mengapa kesantunan berbahasa penting dalam komunikasi?

Kesantunan berbahasa penting dalam komunikasi karena membantu menciptakan hubungan yang harmonis, menghindari konflik, meningkatkan efektivitas komunikasi, dan membangun citra diri yang baik.

2. Apa yang terjadi jika kesantunan berbahasa diabaikan dalam komunikasi?

Jika kesantunan berbahasa diabaikan dalam komunikasi, hal ini dapat menyebabkan ketegangan, pertentangan, atau bahkan konflik antara penutur dan pendengar. Komunikasi juga dapat menjadi tidak efektif atau tidak efisien.

3. Bagaimana mengatasi perbedaan kesantunan berbahasa antara budaya yang berbeda?

Untuk mengatasi perbedaan kesantunan berbahasa antara budaya yang berbeda, penting untuk memahami konteks budaya serta norma dan konteks sosial dalam berkomunikasi. Mengajukan pertanyaan atau mencari informasi tentang budaya tersebut juga dapat membantu dalam menghindari kesalahan atau ketidakpahaman.

4. Apakah kesantunan berbahasa selalu harus diprioritaskan dalam komunikasi?

Kesantunan berbahasa penting dalam komunikasi, namun terkadang ada situasi di mana prioritas lain, seperti kejujuran atau keefektifan, lebih mendesak. Dalam kasus seperti itu, penutur bahasa harus mempertimbangkan konteks dan tujuan komunikasi untuk menentukan apakah kesantunan berbahasa harus diprioritaskan atau tidak.

Kesimpulannya, kesantunan berbahasa adalah perilaku yang menunjukkan penghargaan, rasa hormat, kesopanan, dan pertimbangan terhadap orang lain dalam berkomunikasi. Para ahli seperti John Searle, Penelope Brown, Stephen Levinson, Antonio Gomes Penna, dan lainnya memberikan definisi dan pandangan yang berbeda mengenai kesantunan berbahasa. Kelebihan kesantunan berbahasa meliputi menciptakan hubungan harmonis, mencegah konflik, meningkatkan efektivitas komunikasi, dan membangun citra diri yang baik. Namun, kesantunan berbahasa juga memiliki kekurangan, seperti kesulitan dalam penafsiran, kehilangan ekspressi, kesulitan dalam menolak, dan perbedaan dalam konteks budaya. Terakhir, FAQ tentang kesantunan berbahasa menjawab pertanyaan umum tentang pentingnya kesantunan berbahasa, konsekuensi dari mengabaikannya, cara mengatasi perbedaan budaya, dan prioritas dalam komunikasi. Dalam berkomunikasi, penting bagi penutur bahasa untuk menghargai dan memperhatikan kesantunan berbahasa demi menciptakan hubungan yang harmonis dan efektif dengan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *