Pengangguran menurut para ahli: Menelusuri arti dari keadaan tanpa pekerjaan

Utami Maharini

Definisi pengangguran menurut para ahli bisa beragam tergantung sudut pandang dan disiplin ilmu yang digunakan. Secara umum, pengangguran dapat diartikan sebagai keadaan dimana seseorang yang mampu dan bersedia bekerja tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan keinginannya.

Menurut John Hicks, seorang ekonom terkemuka, pengangguran terjadi ketika jumlah orang yang mencari pekerjaan melebihi jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia. Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan tenaga kerja.

Sedangkan dari sudut pandang sosiologis, Karl Marx menganggap pengangguran sebagai dampak dari struktur sosial kapitalisme yang cenderung menciptakan kesenjangan antara pemilik modal dan pekerja. Hal ini menyebabkan ketidaksetaraan akses terhadap lapangan kerja dan upah yang layak.

Dalam konteks psikologis, Sigmund Freud melihat pengangguran sebagai faktor yang dapat menyebabkan ketidakstabilan emosional dan mental seseorang. Kondisi ini dapat memicu rasa rendah diri, kecemasan, bahkan depresi pada individu yang mengalami ketidakmampuan untuk mendapatkan pekerjaan.

Dengan demikian, definisi pengangguran menurut para ahli tidak hanya sekedar tentang keadaan tanpa pekerjaan, melainkan juga mencakup berbagai dampak sosial, ekonomi, dan psikologis yang dapat memengaruhi kesejahteraan individu dan masyarakat secara luas.

Pengertian Definisi Pengangguran Menurut Para Ahli

Pengangguran adalah kondisi di mana seseorang yang mampu bekerja tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan keahliannya. Keadaan ini berpengaruh pada individu maupun pada perekonomian suatu negara. Para ahli ekonomi telah memberikan berbagai pengertian dan definisi mengenai pengangguran dengan penjelasan terperinci. Berikut adalah 10 pengertian menurut ahli terkemuka definisi pengangguran.

1. John Maynard Keynes

Menurut Keynes, pengangguran terjadi ketika jumlah tenaga kerja yang mencari pekerjaan lebih banyak daripada jumlah pekerjaan yang tersedia di pasar tenaga kerja.

2. Friedrich August von Hayek

Hayek menyatakan bahwa pengangguran terjadi ketika harga upah berada di atas tingkat yang seharusnya, sehingga perusahaan tidak mampu mempekerjakan seluruh tenaga kerja yang tersedia.

3. Milton Friedman

Friedman menyebut pengangguran sebagai “voluntary unemployment”, yaitu pengangguran sukarela yang terjadi ketika individu memilih untuk tidak bekerja karena upah yang ditawarkan tidak cukup menarik bagi mereka.

4. Karl Marx

Menurut Marx, pengangguran adalah hasil dari pertentangan antara buruh dan pemilik modal. Kapitalis mempekerjakan tenaga kerja hanya jika mereka dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar, sehingga pengangguran terjadi ketika persaingan antarburuh meningkat.

5. Arthur Lewis

Lewis menyebut pengangguran sebagai “surplus labor”, yang terjadi ketika terdapat tenaga kerja yang tidak dapat diterapkan pada sektor ekonomi yang produktif.

6. Ragnar Frisch

Frisch mengatakan bahwa pengangguran terjadi ketika terdapat kesenjangan antara penawaran dan permintaan tenaga kerja di pasar. Ketika perusahaan mengurangi produksi, jumlah pekerjaan yang tersedia pun menurun.

7. Franco Modigliani

Menurut Modigliani, pengangguran adalah hasil dari tidak ada atau kurangnya koordinasi antara penawaran dan permintaan tenaga kerja.

8. Gerard Debreu

Debreu menyebut pengangguran sebagai “frictional unemployment”, yaitu pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan dalam struktur pasar tenaga kerja atau adanya kesenjangan antara keterampilan tenaga kerja yang tersedia dan kebutuhan perusahaan.

9. Joseph Stiglitz

Stiglitz mengatakan bahwa pengangguran terjadi ketika terdapat kesenjangan antara kualifikasi tenaga kerja yang dimiliki dan permintaan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

10. Gary Becker

Becker menyatakan bahwa pengangguran terjadi ketika terdapat kesenjangan antara penawaran dan permintaan upah. Jika upah yang ditawarkan di pasar lebih rendah dari upah yang diharapkan oleh tenaga kerja, maka pengangguran akan terjadi.

Kelebihan Definisi Pengangguran Menurut Para Ahli

Berikut adalah 4 kelebihan definisi pengangguran menurut para ahli:

1. Memahami Penyebab Pengangguran

Dengan memiliki berbagai definisi pengangguran dari para ahli, kita dapat memahami penyebab utama terjadinya pengangguran dan mencari solusi yang sesuai untuk mengatasi masalah ini.

2. Mengetahui Dampaknya terhadap Perekonomian

Pengangguran dapat berdampak negatif terhadap perekonomian suatu negara, seperti menyebabkan penurunan daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Dengan mengetahui berbagai definisi pengangguran, kita dapat mengukur sejauh mana pengangguran dapat mempengaruhi perekonomian.

3. Mengidentifikasi Jenis Pengangguran

Terdapat berbagai jenis pengangguran, seperti pengangguran terbuka, pengangguran tersembunyi, dan pengangguran siklikal. Dengan mengenal definisi dari para ahli, kita dapat mengidentifikasi jenis pengangguran yang sedang terjadi dan menentukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.

4. Menentukan Indikator Pengangguran

Definisi pengangguran dari para ahli juga dapat membantu dalam menentukan indikator-indikator pengangguran yang digunakan untuk mengukur tingkat pengangguran suatu negara. Hal ini penting untuk mengambil langkah-langkah kebijakan yang tepat dalam mengatasi masalah pengangguran.

Kekurangan Definisi Pengangguran Menurut Para Ahli

Berikut adalah 4 kekurangan definisi pengangguran menurut para ahli:

1. Tidak Mempertimbangkan Faktor Lain

Beberapa definisi pengangguran mungkin tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi tingkat pengangguran, seperti tingkat pendidikan, keahlian, dan struktur industri. Hal ini dapat menghasilkan pemahaman yang terbatas tentang masalah pengangguran.

2. Tidak Menyediakan Solusi yang Konkret

Definisi pengangguran mungkin hanya memberikan pemahaman tentang masalah pengangguran, namun tidak secara konkret mengarahkan pada solusi yang dapat dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dan pemikiran strategis untuk mengatasi masalah pengangguran berdasarkan definisi-definisi tersebut.

3. Subyektivitas Pengertian

Definisi pengangguran dari para ahli dapat bersifat subyektif dan tergantung pada sudut pandang masing-masing ahli. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan interpretasi dan pemahaman mengenai pengangguran.

4. Tidak Memperhitungkan Perubahan Global

Beberapa definisi pengangguran mungkin tidak memperhitungkan perubahan yang terjadi secara global, seperti adanya revolusi industri dan teknologi. Perubahan tersebut dapat memengaruhi pola pengangguran secara signifikan, namun tidak selalu tercermin dalam definisi-definisi yang ada.

FAQ tentang Definisi Pengangguran Menurut Para Ahli

1. Apa definisi pengangguran menurut John Maynard Keynes?

Menurut John Maynard Keynes, pengangguran terjadi ketika jumlah tenaga kerja yang mencari pekerjaan lebih banyak daripada jumlah pekerjaan yang tersedia di pasar tenaga kerja. Hal ini terjadi karena tidak adanya keseimbangan antara penawaran dan permintaan tenaga kerja.

2. Mengapa pengangguran dianggap sebagai masalah ekonomi?

Pengangguran dianggap sebagai masalah ekonomi karena dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi, meningkatkan tingkat kemiskinan, dan mengurangi daya beli masyarakat. Selain itu, pengangguran juga dapat menyebabkan ketidakstabilan politik dan sosial.

3. Apa perbedaan antara pengangguran terbuka dan pengangguran tersembunyi?

Pengangguran terbuka adalah ketika seseorang secara aktif mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan pekerjaan. Sedangkan pengangguran tersembunyi adalah ketika seseorang tidak mencari pekerjaan secara aktif karena berbagai alasan, misalnya menganggur karena tidak memiliki keterampilan yang sesuai atau kehilangan harapan untuk mendapatkan pekerjaan.

4. Bagaimana cara mengatasi masalah pengangguran?

Mengatasi masalah pengangguran membutuhkan pendekatan yang komprehensif, seperti meningkatkan kesempatan kerja, mengembangkan keterampilan tenaga kerja, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan menerapkan kebijakan sosial yang mendukung. Selain itu, kerjasama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat juga diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak.

Dalam kesimpulan, pengangguran adalah kondisi di mana seseorang yang mampu bekerja tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan keahliannya. Definisi pengangguran menurut para ahli memberikan pemahaman yang terperinci mengenai penyebab, dampak, jenis, dan cara mengatasi masalah pengangguran. Meskipun terdapat kelebihan dan kekurangan dalam definisi-definisi tersebut, penelitian dan pemikiran strategis yang mendalam diperlukan untuk mengatasi masalah ini dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *